Tampak – 010

Akhir minggu pertama bulan Maret tampaknya menjadi tugas John Marco terakhir dalam menemani perjalanan sehari-hari disuhu udara yang super dingin. Sabtu itu John Marco melintasi beberapa lokasi berselimut salju tebal dalam wilayah kampus.

Mulai dari seputaran menara Beaumont di depan MSU Main Library, hingga ke Red Cedar river bank tempat dimana banyak bebek-bebek Mallard berkumpul, tumpukan salju masih tebal. Apalagi Sabtu itu hujan salju belum berhenti sejak malam. John Marco menemani perjalanan dengan baik. Tumben kali ini hangatnya kaki nggak hilang dan bertahan lama πŸ™‚

Hari-hari berikutnya semua salju segera lenyap. Suhu udara memanas hingga belasan Celcius menyebabkan salju nggak ada yang bisa bertahan lagi. John Marco mempunyai tugas ringan…

Jumat lalu, saatnya berkenalan dengan Brahma. Perkenalan ini tak disengaja karena saat mampir belanja ke Walmart ketemu dengan Brahma dengan tag harga yang mengagetkan, hanya lima dollar. Brahma bentuknya standar tanpa tali pengikat, berwarna coklat muda, dan ujung depannya berlapis logam didalamnya. Ukurannya pas dan tidak menyebabkan jejari merunduk saat dipakai.

Brahma adalah kelahiran China dengan kualitas yang bagus, setidaknya dari penampilan sangat meyakinkan. Karena itu dengan pertimbangan harga, kualitas, dan keperluan pasca winter (yang tidak memerlukan boots) maka Brahma pun segera diangkut. Fungsi Brahma akan menggantikan Skechers yang telah purnatugas tahun lalu. Brahma punya tantangan di lintasan-lintasan kering dan basah air, bukan salju.

Selamat istirahat John Marco, terimakasih telah menemani petualangan selama winter ini.

Selamat datang Brahma, tugas panjang menantimu.

πŸ˜€

Advertisements

Author: httsan

lahir di indonesia, belajar di indonesia, bekerja untuk indonesia, dengan komunikasi dunia.